kau benar-benar lupa segalanya...
melihat betapa cerianya kau menyapaku....
seketika kepedihan samar-samar mulai kurasakan....
luka yang kini muncul di kulitku....
airmata enggan menitik....
karena perpisahan ini bagai tak berarti....
karena ini serasa tak benar....
pada akhirnya tak kan ada ucapan selamat tinggal yang indah...
jika kutahu, ku kan menangisi semuanya...
saat itu, aku telah menjadi agian dari akhirmu....
sebuah cerita yang hanya aku tak mengetahui....
jadi itu bukanlah cinta....
hanyalah sejenak waktu yang kau habiskan disampingku....
kini samar aku mulai mengerti...
mengapa kau hanya bisa meminta maaf....
pastilah aku terlalu berharap....
saat kau meninggalkan, aku berharap kau kembali....
betapa bodohnya aku....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar