Kamis, 17 Mei 2012

FF//DANCING OR LOVE


Author                        :           Arha BieberFever Queenchiwie FzSobaddebo
Editor  & Writter         :           Vhaa Dubuonew-Bunnydeul ShawolElf
Cast                             :           Lee Moogeun
                                                Do Kyung Soo
                                                Oh Se Hoon
Chapter                       :           1


Malam ini aku dan pacarku kyungsoo baru saja makan malam bersama seperti biasanya di restaurant favorit kami berdua yaitu di Kona Beans Resto. Kami duduk berdampingan di sebuah mobil berwarna silver milik kyungsoo yang sedang melaju namun ada sesuatu yang membuatku kesal olehnya.
“chagiya, kamu tau sendiri kalau aku sangat mencintai dance tidakkah kamu mengerti 2 minggu kedepan aku harus melatih murid - muridku untuk ikut Kpop Dancing Competion!!” gerutuku padanya sepanjang jalan. “iyaa, aku sangat mengerti nae geun. Tapi akhir-akhir ini karena kecintaanmu terhadap dancing, kamu terkadang jadi lupa terhadapku dan lupa waktu. Apa kamu juga gak inget kamu pernah mengalami cidera parah karena hal semacam ini!!” kyungsoo membalas ocehanku. “itu resiko seorang dancer chagiya..sudahlahh turunkan aku di halte bus depan, aku bisa pulang sendiri” ucapku “OK, FINE!!! Kalau itu yang kau mau” lalu kyungsoo memarkirkan mobilnya di depan halte bus. Aku turun sambil membanting pintu mobilnya saking marahnya. “jangan kembali membujukku untuk naik mobil mewahmu lagi!!!”  “tidak akan pernahhh” kyungsoo lalu tancap gas sekencang-kencangnya tanpa memperdulikan yeojachingunya itu.

***

Aku membaringkan tubuhku di kasur. “Aigooo!! Sungguh melelahkannya hari ini. Betapa tidak pagi dan siang aku melatih muridku di sanggar meonghan sampai sore dan malamnya bukannya mendapat kebahagian tapi aku malah bertengkar dengan namjachinguku yang batu itu..huhh!!”.
Kami memang sering bertengkar tapi kami sudah 2 tahun berpacaran. Awalnya sih kyungsoo baik-baik saja dengan hobiku yang maniak terhadap dance malah selalu mendukungku untuk terus meningkatkan skillku, tapi semenjak aku bekerja jadi pelatih di sebuah sanggar sikapnya benar-benar berubah, terlalu overprotective di tambah kejadian cidera itu. Padahal selain aku menyukai pekerjaan ini, aku juga berusaha hidup dari uang gaji pekerjaan ini karena aku tidak ingin merepotkan eomma dan appa untuk biaya kuliahku. Tapi kyungsoo sepertinya lupa. Aku melihat jam di arlojiku hadiah darinya saat aku berulang tahun, tahun kemarin. “ternyata sudah hampir larut malam, sebaiknya aku  pergi tidur.”

***

 Udara pagi membuatku kembali bersemangat. Siangnya aku pergi ke sanggar meonghan.
 Aku berjalan menuju koridor sanggar.
“aisshh jinjja ponselku sepi sekali tak ada telpon dari kyungsoo atau pesan selamat pagipun tak ada. Ummm dia mungkin masih marah.”
Aku masuk ke ruangan yang kusebut sanggar itu, kebetulan aku memang mengambil cuti kuliah beberapa hari ini. “annyeonghaseyo Lee songsaenim” sapa murid-muridku. Rata-rata umur mereka 15-19 tahun yaa hampir sama dengan ku yang masih berumur 18 tapi mereka tetap memperlakukanku layaknya guru yang harus dihormati. “ne, annyeonghaseyo yeoreobun!! Kajja kita mulai latihan kita.” “tunggu songsaenim ada murid baru biarkan dia memperkenalkan namanya dulu” ucap salah satu muridku. ”ohh geure?? Baiklah silahkan maju kedepan.” Perintahku pada murid baru yang entah mana orangnya. Seorang namja dengan postur tubuh yang tinggi dariku dan berkulit putih maju kedepan dan memperkenalkan dirinya.
“annyeonghaseyo, naega Oh Se Hoon imnida. Panggil saja Sehun, bangapseumnida.” Ucapnya sambil membungkukan badannya. “ohh annyeong sehun-ssi silahkan kembali pada teman-temanmu”. Apa hanya perasaanku atau dia memang terlihat seumur denganku yaa!! Lalu apa urusanku.

***

“mian apakah songsaenim kita itu sudah tua ya???” Tanya namja yang bernama sehun itu pada teman sebelahnya. “ani dia masih berumur 18 tahun sama denganmu hyung tapi karena skillnya dalam dance sangat tidak bisa diragukan makannya pemilik sanggar ini memperkerjakan dia” jelas anak itu.
Ohh, begitu rupanya pantas saja dia begituu…ahh apa yang aku pikirkan..

“sehun ssi bisakah kau ikut bergabung dalam latihan ini atau kau hanya akan jdi penonton??” ucapku dingin padanya. Dia pikir dia itu apa hah baru hari pertama dan dia hanya mengobrol. “ahh mianhae songsaenim tadi aku hanya berkenalan dengan teman-teman baru hanya itu.” belanya.


***


“songsaenim kami duluan yaa?? Apa anda mau pulang bersama kami??” tawar salah satu murid yeojaku. “ahh gwaenchanayo biar aku pulang sendiri saja naik bus” jawabku. “mungkin songsaenim akan dijemput oleh namjachingunya seperti biasa kan?? Ahh romantis sekali songsaenim!!!”. “eohh!! Tidak kok kalian ini yaa!!” jawabku sambil tertawa.
Ahh benar juga biasanya memang aku selalu dijemput oleh kyungsoo setiap hari tapi karena insiden perang kami dia masih marah sampai sekarang. Tega sekali dia padaku. Huhh!!!


                                                                            ***

Sedangkan ditempat lain kyungsoo dan sahabatnya sandeul sedang menikmati udara dinginnya malam di korea dengan meminum secangkir kopi, mereka duduk berhadapan dan sesekali bercengkrama.
“yaaaa, apa kamu tidak merasa bersalah pada moogeun sedikitpun???. Tidakkah kau mengerti dia eohh!! Dia kan melakukan itu juga untuk masa depannya dan mengejar impiannya, bukankah 2 tahun kalian berpacaran dan kau selama ini selalu mendukungnya.” Jelas sahabatnya ini. Rupanya sandeul sudah memahami dilema sahabatnya ini. “iya aku mengerti sangat mengerti sampai aku takut dia terjatuh terlalu dalam pada ambisi dan impiannya lalu meninggalkanku” terdengar jelas bahwa kyungsoo sangat mengkhawatirkan yeojachingunya itu. “dan lalu??? Setidaknya berikan dia ruang sekali lagi dia juga pasti mengerti kenapa kau seperti ini dia hanya ingin kau percaya dan mengerti sekali lagi. Arraseo???” “ne, aku mengerti..” Kyungsoo terdiam memikirkan perkataan sahabatnya ini. Sekilas terlintas senyuman manis yeojachingunya.

***


From    : Hunnie-ah
            Hyung, hari ini aku sangat lelah. Kau tau kan hari ini aku latihan di sanggar meonghan. ^^…

“ahh, benar juga hari ini sepupuku itu mulai berlatih di sanggar itu.” Ucap namja bernama sandeul itu.

To        :  Hunnie-ah
            Ne … hwaiting … FIGHTING >>> jangan pulang terlalu larut, arraseo.


***

Dikamarku aku berkutat dengan pikiranku. Berharap mendapatkan jawaban namun tidak.
“apakah aku harus menelepon kyungsoo terlebih dahulu?? Apa itu tidak terlalu memalukan kalau dipikir-pikir sih memang aku yang salah. Bagaimanapun dia begitu karena mencemaskanku.. ohh kyungsoo-ah~ betapa aku sangat merindukanmu..bogosipeoooo~~”
***

  Sebaliknya di sebuah kamar yang besar seorang namja sedang memikirkan sesuatu.
“yeoja itu benar-benar apa maunya. Kenapa dia tidak kunjung mrnghubungi aku. Aisshhh jinjjaa!!!!”

***

“annyeong songsaenim!!!” sapa murid-muridku pagi itu. “annyeong hari yang cerah yaahh..kekeke” jawabku padahal bukan hari yang cerah malah mendung karena sudah 3 hari ini kyungsoo marah padaku.
“kau melamun songsaenim??” tiba-tiba seorang namja membuyarkan lamunanku, sehun. “ahhh!!! Anio, heheh” senyum yang begitu ku paksakan. “apa songsaenim punya waktu setelah pembelajaran hari ini??” tanyanya. “ani, waeyo??” “ada yang ingin aku tanyakan mengenai gerakan tapi aku tidak bisa menanyakan hal itu didepan chingudeul, apakah bisa songsaenim??” dengan muka memelas yang sedikit dibumbui dengan aegyonya. “ne, aku bisa .. ^^” jawabku.

***
Ditempat lain…
“kau kenapa lagi soo-ah?? Kau masih belum berbaikan dengan moogeun kan??” Tanya sandeul pada sahabatnya ini. “anio..biarkan saja dia yang minta maaf duluan padaku lagipula apa salahku..” terang kyungsoo. “dasar babo saramm” ucap sandeul pelan-pelan.
Biarkan dia yang meminta maaf kataku padahal aku yang salah. Aku rindu padanya mungkin melihatnya secara diam-diam akan membuatku merasa tenang, aku akan melihatnya di sanggar meonghan malam ini.

***
“OK, ada apa sehun-ssi apa yang bisa songsaenim bantu???” tanyaku pada namja di depanku ini. “begini songsaenim bisakah kau mendaftarkan aku untuk ikut kompetisi itu?? Meskipun aku masih baru di sanggar ini.” Jelasnya. “ahhh tapi kompetisi ini mempertaruhkan nama sanggar ini  kau tahu kan. Lagi pula aku tidak melihat perkembangan yang signifikan dari latihanmu beberapa hari ini.” “makanya aku meminta songsaenim untuk menemaniku malam ini untuk melihat gerakan yang aku ciptakan sendiri.” “MWO!!!! Kau ciptakan sendiri?? Baiklah coba perlihatkan padaku.”
Namja itu meperlihatkan dancenya aku rasa dia begitu hebat dan kapan dia belajar semua itu bukankah tiap aku mengajar dia pasti tak medengarkan apa yang aku ajarkan.
“wahhh..daebak sehun-ssi aku akan menjadikan kau perwakilan dari sanggar kita untuk ikut KPOP DANCE COMPETITION”.
“ahh kamsahamnida songsaenim..” lanjutnya sambil tertawa senang. “sepertinya songsaenim hari ini lelah sekali ya??” Tanyanya dalam perjalanan kami ke luar sanggar. “hemm, sepertinya aku memang sangat kelelahan hari ini.” Jawabku. “ahh gara-gara aku anda pasti kelelahan.” “ania, tidak kok.” Tiba-tiba sehun menyentuh keningku dengan tangannya “badan anda panas sekali geun-ah” katanya tiba-tiba yang membuatku semakin kaget atas tindakanya. “ahh maaf songsaenim aku tidak bermaksud tidak sopan memanggilmu seperti itu.” “kau tahu kita seumur yaa???” kataku. “emmm..begitulahh.” mulai sekarang diluar sanggar panggil aku moogeun saja.” Pintaku. “ne arraseo.. oh iya kau ku antar pulang saja ya aku takut terjadi sesuatu padamu badanmu sangat panas kau tahu. Biar nanti aku membelikanmu obat dalam perjalanan pulang kita.”  “ne, baiklah” kataku sambil mengikutinya ke dalam mobilnya.

Dari kejauhan sepasang mata melihat kejadian itu dengan tatapan panas dan penuh kecemburuan.
“apa yang moogeun lakukan dengan namja itu. Dan kenapa dia mau saja di antar pulang namja itu. Dan hey siapa namja itu sebenarnya. Issshh jinjja..” dia kemudian memacu mobilnya segera dan meninggalkan tempat itu.

Malam itu kyungsoo tidak bisa tidur nyenyak. Pikirannya terus melayang pada yeojachingunya yang semalam entah pulang dengan siapa.
“ahhhhh~ apayang harus aku lakukan!!!! Siapa namja semalam itu dan kenapa geun mau saja pulang dengannya.”
Tiba-tiba sandeul datang dan kaget melihat kamar sahabatnya berantakan seperti ini karena dia tahu sahabatnya ini orangnya sangat rapih kemudian dia inisiatif bertanya.
“yaaaa, apa yang terjadi??? Ada apa denganmu??” tanyanya khawatir. “aniii..” jawab kyungsoo lesu. “ahh aku tahu moogeun kan?? Tebaknya. “hnnn..” masih dengan jawaban lesunya. Sandeul hanya tersenyum melihat sahabatnya ini. “yaaa kenapa kau tersenyum eoh??? Hiburlah aku sedikit!!!!” “jika kau ingin dihibur pergilah kerumah NAE GEUN mu itu kau pasti akan sangat merasa baik hahahahaha!!!.”
Kyungsoo mendelik dan mengusir sandeul keluar kamarnya.

***
Sementar itu …
“jinjja kepalaku sakit sekali. Untung semalam sehun mengantarkanku.” Aku mengecek hp ku barang kali ada panggilan tidak terjawab atau setidaknya sms dari seorang namja yang aku rindukan. “tidak ada lagi” hatiku mendadak sakit “aku malas pergi ke sanggar hari ini aku tidak peduli” aku kembali menarik selimut pinkku.
“meskipun dia sangat marah padaku setidaknya dia ingat hari ulang tahunku kan??” keluhku dalam hati.

***

Di sanggar sehun yang kebingungan mencari moogeun akhirnya bertanya pada murid yang lain.
“mianhae, apa kau tahu kenapa lee songsaenim tidak masuk hari ini??” “ohh katanya dia sakit, mungkin karena kelelahan karena dia juga harus kuliah dan mengajar kita untuk kompetisi bulan depan.”
Sehun yang mengetahui itu segera meminta alamat rumah moogeun. Dan segera memacu mobilnya.
“Entah mengapa perasaanku sangat tidak enak.” pikirnya

***
Di saat yang bersamaan kyungsoo yang masih bergelut dengan pikirannya segera memacu mobilnya.
“aku tidak peduli dia masih marah padaku atau tidak dan siapa namja itu aku percaya padanya. Aku rindu padanya dan yang penting aku ingin merayakan ulang tahunya.”
Sekotak hadiah di pandang kyungsoo dia hanya tersenyum.

***
Sehun mengetuk pintu apartemen moogeun. “annyeonghaseyo!!”
Moogeun yang mendengar itu langsung bangun berharaf orang yang dia harafkan lah yang datang. Dia merapikan dirinya sebentar. “ohh nee!!!” dengan suara seraknya.
“geun-ah gwaenchana??” Tanya sehun saat moogeun membukakan pintunya. “ohh sehun-ah apa yang..” tiba-tiba sehun memeluk tubuh kecil moogeun sehingga moogeun tersentak. “kau kenapa mukamu pucat sekali dan tubuhnu panas sekali.” Sehun masih memeluk moogeun dan moogeun masih shock terhadap apa yang dilakukan sehun padanya. Tiba-tiba…
“yaaaaaaaa apa yang kau lakukan haahh???” kyungsoo datang dan menghajar sehun, sehun hanya diam tidak melawan sampai akhirnya moogeun berteriak dan memisahkan mereka. “soo-ah, sehun-ah apa yang kalian lakukan hentikan”. Kyungsoo menghentikan aktifitasnya dan menghampiri moogeun, yeojachingunya. “seharusnya aku yang bertanya itu apa yang kau lakukan dengan namja ini disini?? Nada bicara kyungsoo mieninggi padahal hal ini yang paling dia benci memarahi yeojanya. “dan kau kenapa kau disini?? Bukan kah kau sudah lupa padaku beberapa hari ini??” “a…aku ah sudahlah setrahmu saja aku tidak peduli.”  Kyungsoo meninggalkan moogeun dan sehun. Moogeun menahan tangisnya dan duduk bersimpuh disebelah sehun. Sehun yang menyadari hal itu langsung memeluk yeoja ini. “padahal aku merindukanmu dasar babo” aku moogeun sambil menangis. “sudahlah kau sedang sakit” hiburnya sambil menenangkan moogeun.

***
Kyungsoo yang sedang memacu mobilnya tiba-tiba berhent didekat pantai. Ia melampiaskan kemarahannya pada laut, membiarkan rasa sakit yang tertahankan menguap begitu saja.
“kenapa jadi begini???” rutuknya.
Kini dia membaringkan tubuhnya ke pasir dan memandang langit. “apa yang harus aku lakukan?? Seharusnya aku tidak pergi tadi, mukanya terlihat pucat sekali… geun kau kenapa??”
Sekilas dia teringat namja tadi “aigooo…!!!!!”

***
“Sebaiknya kau pulang sehun-ah, dan mianhae atas perbuatan namjachinguku.” “ahh gwaenchana harusnya aku yang meminta maaf karena telah bertindak tidak sopan padamu yang menyebabkan kesalahpahaman antara kau dan namjamu.” “hn!! Gwaenchana..” jawabku.
“kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit sehun.

Kyungsoo-ah mianhaeeeee!!!!!

***
Sehun membaringkan tubuhnya diatas sofa ruang tamunya. Sandeul menghampirinya dan bertanya. “sehunnie apa yang terjadi lesu sekali apa kau tidak terpilih menjadi perwakilan di sanggar itu???” Tanya sandeul. “ani hyung hamya saja hari ini aku telah mengacaukan sebuah hubungan dan aku merasa bersalah karena itu.” Jawab namja yang bernama sehun itu. “MWOOO!!!!!!! Nuguya??? Ceritakan padaku palli??” “aku memeluk seorang yeoja dan namjachingunya melihatku dan dia memukulku karena salah paham.” Sandeul kaget atas apa yang dipaparkan sepupunya ini. “apa yang kau maksud moogeun dan kyungsoo?????” “kyungsoo??? Aku tidak tahu nama namja itu tapi yeoja itu memang bernama moogeun dia songsaenim yang aku ceritakan dulu padamu hyung.” Sandeul langsung berlari dan mengambil kunci mobilnya. “hyung kau mau kemana??” Tanya sehun. “aku pergi sebentarrrr~” jawabnya terburu-buru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar