Minggu, 12 Februari 2012

Cerpen : Kisah Cinta di negeri Gingseng

Di sebuah kota yang bernama Incheon, Korea Selatan. Di saat musim gugur tiba, daun-daun kering berjatuhan, dimana disuatu rumah yang hangat terdengar bunyi ponsel milik Youngmin, dia adalah salah satu murid di sekolah KIRIN Arts High School. Cowok asal negeri gingseng itu bergegas menerima panggilan dari ponselnya.

"Yeoboseyo (hallo) ?"

"Aku ingin bicara sesuatu padamu", sahut seorang cewek di sebrang sana.

"Mau bicara soal apa, chagia (sayang)?", Youngmin bertanya kepada cewek itu yang ternyata adalah pacarnya.

"Mianhae (maaf), sebenarnya selama ini kau aku jadikan pelampiasan agar aku dapat kembali bersama Donghae. Namun aku salah, aku sadar telah menyakitimu, jadi rasanya kita harus mengakhiri hubungan ini"

"Aku rasa kau bercanda, Sunny". Jawab Youngmin dengan suara melemah.

"Aku serius, jeongmal mianhae (aku sungguh meminta maaf)", balas cewek itu yang ternyata bernama Sunny.

"Oh Sunny, aku sangat kecewa padamu. Aku kira kau tulus mencintaiku, tinggalkan aku sendiri!", teriak Youngmin seraya mematikan ponselnya.

Sementara itu Sunny hanya duduk termagu di sebuah kursi taman, menyesali perbuatannya. Seketika ia menangis tersedu-sedu.



***

Sebulan telah berlalu, kini Youngmin dan Sunny sudah berbaikan, bahkan bisa dikatakan teman akrab. Di sekolah mereka sering terlihat bersama di kantin maupun di perpustakaan.

Suatu hari di saat jam istirahat, mereka sedang asik membaca buku di perpustakaan, tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiri Sunny dan berkata.

"Annyeonghaseyo (hallo) Sunny!", sambil manebarkan senyuman.

"Nado annyeong (hallo juga)", melirik cowok itu. "Oh, ternyata kau Yesung ?", membalas senyuman kepada cowok yang bernama Yesung itu. Sedangkan di samping Sunny, Younmin melihat Yesung dengan ekspresi jealous, Youngmin ternyata masih menyimpan perasaan pada Sunny.

"By the way, bolehkah aku meminta nomber pnselmu ? Ya, kita kan satu kelompok biar bisa mudah berkomunikasi nantinya", pinta Yesung.

"Hm, yah...boleh deh!", Sunny mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomber ponselnya kepada Yesung.

"Sun, aku mau ke toilet dulu sebentar yah ?", Youngmin beralasa karena tak tahan dengan tingkah Yesung yang sok akrab.



***

Tiga hari kemudian, Yesung menelpon Sunny dan mengajaknya ke sebuah taman dengan alasan urusan sekolah.

"Annyeong (hai), apakah kau sudah lama menungguku ?", tanya Sunny setelah tiba di taman.

"Nado annyeong (hal juga), ah...aniyo (tidak) baru beberapa menit kok", Yesung menebarkan senyuman yang amat manis.

"Baiklah, kau mau tanya tentang apa padaku ? Waeyo (mengapa) harus d taman ?"

"Eh, sebenarnya aku tak akan membahas soal sekolah, hajiman (tapi)...."

"Hajiman, mwoyo (tapi apa) ?", Sunny terbelalak dengan ucapan Yesung.

"Kau jangan dulu marah, em....Sunny...aku...aku sebenarnya ingin...ingin mengungkapkan perasaanku padamu, Sunny...naneun neoreul saranghaeyo (aku mncintaimu). Would you be my girlfriend, please", pinta Yesung sembari berlutut dihadapan Sunny.

"Mwoyo (apa). Apa yang kau katakan ?", Sunny sedikit terkejut.

"Mianhae (maaf) Sunny, aku sungguh-sungguh mencintaimu!", sahut Yesung menyakinkan. Sunny terdiam, berpikir dan berkata dalam hati 'eotteokajyo (bagaimana) ? Aku harus jawab apa ? Ah, Sunny kau kan dari dulu memang membutuhkan seorang cowok, lagipula Yesung begitu tampan, mana bisa aku mengelak hal itu ?'

Tiba-tiba Sunny berkata kepada Yesung sambil ikut berlutut, "Jika kau sungguh-sungguh mencintaiku, aku...aku...mau kok jadi yeojachingu (pacar) kamu", Sunny berusaha terseyum. Setelah mendengar jawaban dari Sunny, Yesung beranjak dan membangunkan Sunny, menatap Sunny, terseyum, lalu berkata.

"Gomapseumnida Sunny !", sambil mencubit pipi Sunny yang mulai memerah.



***

Keesokan harinya, Sunny bercerita kepada Youngmin bahwa dia telah memiliki seorang namjachingu (pacar).

"Aku ikut senang mendengarnya, selamat yah chinguya (teman)", Youngmin terseyum ceria, walaupun sebenarnya dia amat sedih. Sunny menganggukan kelapa seraya terseyum dan berkata "Gomapseumnida !"

Waktu telah berlalu cukup lama. Di sebuah kantin seorang cewek terlihat tergopoh-gopoh berlari menghampiri Sunny dan Youngmin yang sedang bercengkrama.

"Tiffany, ada apa dengan dirimu. Mengapa terburu-buru ?", tanya Sunny keheranan.

"Aigo (aduh).... Sunny, emergency. Aku lihat Yesung tengah asik bersama cewek lain di taman belakang sekolah. Kajjayo (ayolah) ikut denganku !", jawab cewek yang katanya bernama Tiffany. Lalu menarik tangan Sunny, Youngmin pun mengikuti mereka.

Ternyata benar, di taman belakang sekolah ada Yesung dengan seorang cewek sedang asik berduaan.

"Yesung ! Apa yang kau lakukan dengan cewek itu ?!", teriak Sunny sambil menangis.

"Sunny ?!", Yesung terkejut. Dia merasa malu tertangkap basah oleh Sunny dan teman-temannya, "Aku bisa menjelaskannya Sunny, jangan slah paham dulu!", lanjut Yesung.

"Sudahlah, aku tak mau melihatmu lagi!", Sunny berlari meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan Yesung.

"Sunny tunggu!", Youngmin ikut berlari dan menghentikan Sunny.

Setelah pulang sekolah, Sunny tampak termenung, tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya. Sementara Youngmin selalu menghibur dan berusaha membuat Sunny terseyum kembali.

"Kajjayo (ayolah) Sunny, jangan bersedih terus. Aku tak mau melihatmu seperti ini, aku ingin kau selalu ceria seperti dulu, jabal (kumohon) Sunny", hibur Youngmin. Sejenak Sunny berpikir, lalu menatap kedua bola mata Youngmin yang kecil dan mulai berkaca-kaca.

"Youngmin-ah, mengapa kau begitu baik padaku ? Kau juga selalu ada di saat aku merasa senang atau pun seduh. Padahal dulu aku pernah menyakiti perasaanmu, aku jahat padamu"

"Stt, aniyo (tidak) Sunny janganlah mempermasalahkan hal iru. Lagipula....aku...selama ini...masih...masih menyukaimu. Mianhae (maaf) bila aku lancang", kata Yougmin gugup.

"Ne (iya), benar....aku memang salah. Naega baboya (aku bodoh)....aku tak menyadarinya, kau...kaulah orang yang tepat untukku, jeongmaol mianhae Youngmin (aku sungguh meminta maaf). Aku tak menyadari adanya dirimu", Sunny terus menangis dan merasa menyesal untuk kedua kalinya. Youngmin mengusap-usap kepala Sunny dan menempelkannya pada bahu Youngmin. Perlahan Youngmin membisikan kata "Saranghaeyo Sunny (aku mencintaimu)" dengan amat pelan.

Daun kering mulai berguguran kembali, diiringi angin sejuk yang menerpa tubuh keduanya.



END




*maaf kalo cerpen'y jelek xD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar